Piala Indonesia: Bomber Tua Bhayangkara FC Ini Masih Berbahaya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bhayangkara FC Herman Dzumafo. Antara

    Pemain Bhayangkara FC Herman Dzumafo. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain naturalisasi Herman Dzumafo Epandi masih menjadi mesin gol berbahaya di Indonesia khususnya bagi kesebelasan Bhayangkara FC, meski usianya tak muda lagi.

    Dalam pertandingan melawan PSM Makassar dalam pertemuan pertama babak delapan besar Piala Indonesia 2018-2019 di Stadion Perguruhan Tinggi Kepolisian (PTIK) Jakarta, Sabtu, 27 April 2019, ia membawa timnya meraih kemenangan dengan skor 4-2.

    Pemain kelahiran Douala, Kamerun 21 Februari 1980, tersebut berhasil menceploskan satu gol ke gawang Juku Eja yang dikawal oleh Rivky Deython Mokodompit. Dzumafo hanya membutuhkan waktu delapan menit usai masuk menggantikan Vendry Ronaldo Mofu pada  menit ke-81.

    Seukuran pemain sepak bola di Indonesia, umur 39 tahun dinilai tidak produktif lagi. Namun, bukan suatu halangan bagi Dzumafo untuk terus bersaing dengan penyerang lainnya.

    “Tetap jaga kondisi dengan latihan yang rajin, walaupun sedikit saja tapi tetap aktif,” kata Dzumafo

    Selain menjaga kondisi tubuh dengan latihan, Dzumafo mengaku menjaga pola makan menjadi salah satu unsur penting. Hingga kini Dzumafo menjadi mesin gol bagi The Guardian dengan membukukan tujuh gol di Piala Indonesia 2018-2019.

    Sedangkan di jajaran pencetak gol terbanyak  Piala Indonesia, jumlah gol Dzumafo terpaut tiga gol dari Amido Balde dari Persebaya Surabaya. Disinggung mengenai target pribadi ia mengaku tidak memikirkan menjadi pencetak gol terbanyak.

    “Menjadi top scorer bukan target utama, target utama membawa bhayangkara FC sejauh mungkin,” kata mantan pemain Arema itu.

    Dengan kemenangan 4-2, membuat peluang Bhayangkara FC untuk lolo ke babak semifinal Piala Indonesia terbuka lebar. Mereka hanya memerlukan hasil imbang atau kalah dengan selisih tidak lebih dari satu gol pada pertemuan kedua yang akan berlangsung di Makassar, Jumat mendatang, 3 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.